Analisis Usaha Warung Kopi dan Cara Memulainya

Usaha warung kopi – Kopi menjadi minuman yang sangat disukai oleh semua masyarakat Indonesia. Rasanya yang unik dengan aroma yang khas membuat kopi menjadi teman yang pas di segala suasana.

Diperkirakan kopi ini menjadi minuman yang tidak akan lekang oleh zaman dimana penggemarnya tidak akan pernah berkurang namun akan tetap bertambah.

Saat ini ada berbagai macam varian kopi yang bisa dinikmati masyarakat Indonesia sehingga menciptakan peluang bisnis yang potensial salah satunya adalah warung kopi. Kelebihannya adalah mudah di dalam pengelolaannya dan tidak terlalu ribet, selain itu menjadi bisnis potensial jangka panjang.

Bagi Anda yang berniat untuk membuka usaha warung kopi simak analisis usahanya berikut ini:

Modal Awal

Memang banyak yang menawarkan bisnis waralaba minuman jenis kopi namun ada baiknya jika membuka usaha dan membangun brand sendiri. Untuk membuka usaha sendiri Anda membutuhkan modal awal yang digunakan untuk membeli peralatan usaha warung kopi.

Simak rincian modal awal yang harus disiapkan berikut ini:

NoNamaBiaya
1Mesin Sangrai KopiRp 1.000.000,00
2Alat Penggiling KopiRp 1.000.000,00
3Kompor dan GasRp 500.000,00
4CangkirRp 300.000,00
5Alat Pembuat KopiRp 250.000,00
6Peralatan TambahanRp 100.000,00
7Meja dan KursiRp 1.500.000,00
8Stiker, Spanduk dan BannerRp 250.000,00
9Meja Bar KursiRp 1.500.000,00
TOTALRp 6.400.000,00

Modal awal yang digunakan untuk mendirikan warung kopi ini tidak sebanyak dengan bisnis lainnya. Hanya dengan mengeluarkan moda investasi awal kurang dari 7 juta Anda sudah bisa mendirikan bisnis yang potensial.

Jika Anda menginginkan warung kopi yang lebih istimewa bisa menambahkan latte art. Dengan menggunakan latte art tersebut Anda membutuhkan alat bantu menggambar di atas cangkir kopi yang disajikan kepada konsumen.

Alat bantu ini bervariasi dan dijual per set dimana dijual dengan harga mulai dari 20 ribu rupiah. Tidak hanya itu saja jika Anda menginginkan latte art ini penting untuk memiliki kemampuan latte art yang baik dan benar.

Biaya Operasional

Biaya operasional ini disebut juga dengan biaya variabel atau tidak tetap dikarenakan jumlah yang harus dikeluarkan berbeda-beda tergantung dengan kondisi bisnis.

Simak rincian biaya operasional yang harus dikeluarkan berikut ini:

NoNamaBiaya
1Cup, sedotan, dan lain-lainRp 100.000,00
2PromosiRp 150.000,00
3Biji KopiRp 650.000,00
4Gula PasirRp 200.000,00
5SusuRp 150.000,00
6CreamerRp 150.000,00
7Gas LPGRp 100.000,00
8ListrikRp 150.000,00
9AirRp 150.000,00
10Sewa TempatRp 750.000,00
TOTALRp 2.450.000,00

Rincian modal di atas untuk satu bulan ke depan. Semakin cepat perputaran kopi di bisnis Anda maka biaya operasional yang dikeluarkan semakin besar dan lebih dari yang tertera pada tabel.

Selain itu besar kecilnya biaya operasional ini tergantung dengan beberapa hal dimana ada biaya yang bisa berubah sewaktu-waktu seperti harga biji kopi yang naik, sewa tempat, biaya listrik yang sering naik atau turun, gas LPG, dan lain sebagainya.

Estimasi Omzet

Omzet menjadi hal menarik untuk dibahas dalam sebuah bisnis karena berhubungan dengan pendapatan bisnis. Semakin banyak konsumen yang datang maka semakin bagus untuk bisnis Anda karena itu artinya akan semakin banyak cup atau kopi yang terjual.

Untuk pemula usahakan dalam sehari bisa menjual 30 cangkir atau cup kopi. Usahakan pula dalam seminggu penjualan meningkat misalnya di minggu pertama 30 cangkir, minggu kedua 40 cangkir, minggu ketiga 50 cangkir, dan seterusnya. Dengan menetapkan target tersebut Anda sebagai pebisnis akan merasa tertantang untuk bisa mencapainya.

1. Bruto

Jika dalam sebulan/ 30 hari Anda bisa mengalami peningkatan penjualan dengan estimasi minggu pertama 30 cangkir maka dalam 7 hari di minggu pertama jumlahnya 210. Minggu kedua 40 cangkir total 280, minggu ketiga 50 cup total 350 cup, sedangkan sisanya 9 hari sebanyak 60 cangkir total 540 dan dalam sebulan Anda berhasil menjual 1.380. Jika harga satu cangkir kopi di banderol Rp7.000 pendapatan sebulan Rp7.000 x 1.380 = Rp9.660.000.

2. Netto

Netto merupakan penghasilan bersih dengan menjumlah total modal yaitu Rp6,400,000 + Rp2,550,000 = Rp8.950.000, kemudian bruto dikurangi dengan total modal sehingga dalam sebulan penghasilan Anda sebesar Rp Rp9.660.000 – Rp8.950.000 = Rp710.000. Memang terlihat kecil, namun tidak ada bisnis yang manis di awal karena semua butuh proses. Bahkan ada pebisnis yang harus minus dan mencapai BEP dalam beberapa bulan.

Sangat penting sekali bagi yang akan memulai bisnis untuk memperkecil modal awal agar cepat balik modal, jika modal awal sudah balik baru bisa menambah investasi dengan menambah peralatan bisnis seperti cangkir yang diperbanyak, meja dan kursi, dan lain sebagainya.

Jika performa bisnis Anda stabil bahkan meningkat dari bulan pertama, kentungan yang didapatkan semakin besar dikarenakan bruto tidak akan dikurangi dengan investasi atau modal awal lagi sehingga hanya dikurangi dengan biaya operasionalnya saja, kecuali jika ada peralatan tambahan yang dibeli.

Memulai Usaha Warung Kopi

Omzet bisnis warung kopi ini memang sangat menggiurkan, namun tidak semua bisnis berjalan dengan sempurna dan seperti harapan. Setelah Anda mengetahui analisis usahanya penting untuk tahu bagaimana cara memulai usaha warung kopi dengan baik seperti berikut ini:

1. Konsep

Hal pertama yang harus disiapkan adalah konsep. Tanpa konsep yang matang bisnis tidak bisa berjalan seperti harapan. Konsep ini pun harus sesuai dengan target market yang akan Anda bidik mulai dari desain interior, cara penyajian, variasi kopi, dan lain sebagainya.

2. Supplier biji kopi

Yang tidak kalah penting adalah Anda harus mencari supplier biji kopi. Hal itu dikarenakan kopi yang digunakan adalah biji kopi utuh dimana nantinya biji itu akan disangrai, digiling, kemudian disajikan dengan sesuai dengan permintaan konsumen.

Selama ini masyarakat Indonesia hanya mengenal dua jenis kopi yaitu arabika dan robusta, namun nyatanya hampir di setiap daerah di Indonesia ini memiliki kopi yang berbeda-beda dengan cita rasa yang berbeda.

Carilah supplier yang bisa menyediakan kopi sesuai dengan kebutuhan Anda dan juga memiliki cita rasa sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan.

3. Lokasi

Anda tidak harus membidik lokasi bisnis di tengah kota, namun yang terpenting bisa mudah di akses oleh target market. Semakin strategis lokasinya dicapai oleh target market maka akan semakin bagus.

Memang ada beberapa hal yang menjadi kendala saat membidik lokasi ini dimana menemukan lokasi yang tepat namun harga sewanya selangit dan tidak sesuai budget, ada biaya sewa yang murah namun tidak sesuai dengan spesifikasi sehingga hunting lokasi ini akan sangat memakan waktu.

4. Pemasaran

Pemasaran menjadi hal yang tidak kalah pentingnya. Untuk bisa melakukan pemasaran ini lakukanlah branding sebanyak-banyaknya dengan menempel spanduk atau banner di warung kopi Anda, kemudian promosikan melalui sosial media.

Sedangkan pemasaran secara offline bisa dengan menciptakan suasana yang nyaman di warung kopi, memberikan acara setiap malam minggu, dan lain sebagainya. Jangan sungkan pula untuk memberikan give away karena karakteristik masyarakat Indonesia sangat antusias sekali dengan adanya give away ini.

Mendirikan bisnis ini tidak semudah membalikkan telapak tangan. Begitu pula dengan merintis atau mendirikan usaha warung kopi ini tidak mudah dimana dibutuhkan niat, tekad, strategi, dan juga analisis usaha yang tepat agar bisa berjalan seperti dengan harapan.