Bisnis Waralaba Berpotensi Gagal – Baca Sebelum Mulai Usaha Franchise

Usaha Franchise

Semakin berkembangnya tren menjadi pengusaha di Indonesia, semakin banyak juga peminat bisnis waralaba di berbagai bidang. Bahkan, sampai saat ini, terbilang masih sangat banyak franchise atau waralaba baru yang mencuat di pasaran. Apakah ini menjadi sinyal dan tanda bahwa entrepreneurship di Indonesia mulai tumbuh dan menjamur? Yap. Ini menjadi salah satu tanda-tanda bahwa semakin suburnya gairah pengusaha maupun usaha franchise di Indonesia.

Apakah ini sesuatu yang baik untuk di sambut?

Tentu saja. Dengan semakin berkembangnya bisnis franchise atau waralaba, semakin terbuka lebar juga peluang usaha dan bisnis baru yang akan memajukan ekonomi. Bukan hanya sekadar ekonomi negara; setiap orang juga punya kesempatan untuk memperbaiki taraf hidup dengan memulai usaha franchise.

Kemudian… akan timbul pertanyaan: apakah bisnis waralaba/franchise akan mendatangkan keuntungan? Apakah benar bisnis ini memang benar-benar terbukti secara benar akan sukses jangka panjang? Apakah benar bisnis franchise adalah kesempatan emas yang sangat sayang kalau tidak diambil peluangnya?

Pertanyaan-pertanyaan di atas tidak bisa disimpulkan dalam satu atau dua kalimat. Untuk itu, saya pribadi akan menjelaskan dari luar dan dalam tentang bisnis franchise. Untuk siapa artikel ini? untuk Anda yang ingin mengetahui seluk beluk usaha franchise dan waralaba; untuk Anda yang ingin meluaskan jaringan bisnis dan membuat sistem franchise untuk dijual; untuk Anda yang ingin mencari tahu fakta sesungguhnya tentang sukses dan gagalnya bisnis franchise.

bisnis waralaba
ownafazolis.com

Siapkah Anda memulai usaha franchise dan punya bisnis waralaba?

Sebagai seorang pengusaha; sebagai individu yang punya naluri untuk berbisnis, mungkin Anda sering kali menggantungkan nasib pada intuisi. Intuisi (firasat) tentang bisnis ini, bisa jadi membawa peruntungan dan mendatangkan uang untuk Anda. Pun, tidak jarang, intuisi bisa salah dan menyebabkan kerugian yang tidak tanggung-tanggung nominalnya.

Tentunya, sebagai seorang pengusaha, lagi-lagi, Anda tidak kenal menyerah. Mencoba lagi, lagi, dan lagi. Berbagai bisnis (mungkin) sudah Anda coba dan alami secara langsung. Lalu, tibalah pada kesempatan emas yang mungkin (lagi-lagi) Anda lihat peluangnya…

… bisnis waralaba.

Dengan segala kekurangan dan kelebihannya, bisnis franchise ini memang begitu menarik. Dengan membeli nama (brand) dan peralatan yang disediakan oleh pemilik waralaba, Anda bisa langsung berjualan. Anda bisa langsung terjun berbisnis. Anda sudah SAH menjadi pemilik bisnis.

Pertanyaan besarnya, siapkan Anda punya bisnis waralaba/franchise?

Siapkan Anda dengan segala risiko yang bisa terjadi?

Siapkah Anda dengan pengorbanan waktu, tenaga, dan (mungkin) uang operasional yang akan memakan tabungan Anda?

Kalau Anda sudah siap, sudah yakin, dan sudah matang secara mental dan fisik dengan semuanya, silakan lanjutkan. Mulai pilih bisnis waralaba yang menurut Anda potensial. Silakan pilih berbagai jenis bidang untuk Anda beli franchise-nya dan mulai berbisnis.

Bagaimana cara mengetahui apakah Anda sudah siap atau belum berbisnis waralaba? Ini beberapa yang menurut saya bisa Anda jadikan referensi:

  • Anda sudah jatuh bangun di bidang bisnis atau pekerjaan lain dan melihat potensi bisnis waralaba yang sangat besar di tangan orang yang tepat.
  • Anda sudah mempertimbangkan dengan matang dan berpikir bahwa franchise yang akan Anda beli dapat sukses di daerah tempat Anda membangunnya.
  • Anda sudah matang secara finansial; tidak meminjam uang untuk membeli franchise.
  • Anda sudah menyiapkan manajemen dan sudah menyiapkan sumber daya manusia untuk Anda rekrut.
  • Anda tahu langkah selanjutnya setelah sah membeli franchise tertentu.
  • Anda siap fokus di bisnis ini dalam jangka waktu tertentu, bukan hanya membeli lalu meninggalkannya dan berharap franchise yang Anda beli akan “otomatis” mendatangkan pundi uang ke kantung Anda.

Dengan enam referensi di atas, coba tanya ke diri Anda sekarang: “siapkah saya membeli franchise? Siapkan saya membangun bisnis waralaba yang akan dibeli? Siapkah saya dengan segala risiko yang mungkin muncul? Siapkah saya rugi?”

Sudah siap? Bagus. Anda bisa melanjutkan baca informasi penting di artikel ini.

franchise terbaru dan terlaris
franchisecanada.cfa.ca

Bisnis waralaba Anda 96% (bisa) gagal!

Saya pribadi, tidak bermaksud untuk menakuti. Saya yakin, Anda juga memahami bahwa tidak semua bisnis yang Anda sudah jalani berakhir dengan kesuksesan. Lebih sering, mungkin, bisnis yang Anda sudah jalani justru mendatangkan kerugian dan utang yang menumpuk. Pun, dengan melirik potensi bisnis waralaba ini, Anda mungkin juga punya tujuan untuk sukses dan melunasi utang yang timbul karena bisnis Anda sebelumnya berakhir dengan kegagalan. Betul?

Ini bukan hanya tentang memilih franchise terbaru dan terlaris. Bisnis waralaba, lebih dari sekadar memilih dan memilah semata.

Artikel ini mengingatkan, bukan hanya bisnis waralaba Anda 96% bisa gagal dan jalan di tempat; semua jenis bisnis lainnya juga demikian.

Tapi, bukan berarti Anda tidak bisa lanjut. Saya punya kabar gembira.

Anda bisa menghindari kegagalan ini 100% dengan melihat faktor, elemen, dan variabel lainnya sebelum membeli bisnis waralaba!

Yap. Anda bisa menghindari penyebab kegagalan franchise! Mari kita bongkar permasalahan franchise dan waralaba yang bisa Anda hindari sekarang juga.

Memulai Usaha Franchise
www.cleaningforprofit.com

Hal yang perlu Anda perhatikan sebelum membeli franchise

Mengamati sebelum melakukan langkah tertentu adalah keharusan. Ini berlaku untuk semua hal. Bahkan, untuk memilih calon pendamping hidup, Anda akan sangat selektif, bukan? Ini juga berlaku ketika Anda ingin membuat keputusan bisnis franchise apa yang harus dibeli. Jangan sembarangan. Jangan gegabah. Jangan mengambil keputusan sepihak. Kalau perlu, lakukan pengamatan dengan matang dan terhitung.

Saya (dan Anda) tidak bisa memprediksi masa depan. Tapi, saya (dan Anda) bisa menghitung dengan berbagai acuan dan formula untuk memprediksi apa yang terjadi pada masa dan jangka yang panjang. Kalau Anda setuju dengan kalimat ini, berarti Anda juga setuju untuk menaruh perhatian lebih sebelum Anda membeli sebuah franchise. Sebelum membeli bisnis waralaba/franchise, apa saja yang perlu diperhatikan? Ini dia beberapa hal yang wajib jadi perhatian dan sering kali jadi penyebab kegagalan franchise:

  • Reputasi calon franchise – pada setiap bidang, akan terdapat franchise dengan reputasi bagus; ada juga franchise baru yang belum memiliki reputasi; ada juga franchise dengan reputasi buruk. Anda sudah tahu langkahnya, hindari franchise dengan reputasi buruk. Jangan bermain api. Jangan coba-coba bahwa Anda adalah “sang penyelamat” yang bisa meraup untuk dari franchise dengan reputasi buruk. Menurut saya pribadi, pilih franchise dengan reputasi yang terbaik. Reputasi tidak terbuat dengan sendirinya. Tapi, reputasi yang sudah terbuat dan kokoh di pasar akan membantu jalan usaha Anda lebih mulus.
  • Potensi pasar dan persaingan – lebih teliti dalam melihat segmen dan potensi pasar akan berdampak baik untuk franchise yang Anda beli. Kalau perlu, lakukan riset besar-besaran dan dapatkan informasi sebanyak-banyaknya. Kerja keras tidak akan mengkhianati hasil. Anda bisa saja beranggapan riset potensi pasar dan persaingan adalah hal yang lama dan percuma, tapi, percayalah, ketika Anda sembarang beli franchise tanpa memperhatikan kondisi pasar dan persaingan, Anda hanya membuang uang dan waktu yang tidak jadi apa-apa.
  • Bandingkan satu franchise dengan franchise lainnya – maksud poin ini adalah mencari tahu. Mencari tahu franchise mana yang paling familiar dan paling populer di masyarakat. Tidak ada keuntungan untuk menjadi nomor dua, apalagi nomor tiga. Sebaiknya, Anda pilih franchise yang sudah memiliki nama dan ada di urutan pertama di mata masyarakat. Tidak ada untungnya bersaing dengan persaingan yang “gila”, lebih baik, Anda unggul satu lengkah dengan memilih franchise yang sudah memiliki nama di masyarakat.
  • Lihat keuntungan dan pengembalian investasi yang Anda keluarkan – jangan fokus pada omset. Ini semua bukan tentang omset terbanyak. Bisnis waralaba/franchise adalah tentang keuntungan (profit) dan pengembalian dana investasi yang Anda keluarkan. Kebanyakan franchise gagal karena terpaku pada omset semata.
  • Pilih franchise yang memiliki potensi sukses berkelanjutan – tidak ada untungnya untuk meraup keuntungan secepat-cepatnya. Pilih franchise yang punya potensi untuk sukses jangka panjang dan berkelanjutan. Jangan pilih franchise musiman yang hanya laku pada musim tertentu.
  • Jangan fokus pada satu franchise – bukan berarti saya menyarankan untuk membeli banyak franchise sekaligus; bukan itu maksud saya. Maksudnya adalah, jangan sampai Anda mengalami “kebocoran finansial” karena harus membiayai dan menghidup sebuah franchise yang sudah dibeli agar tetap hidup. Kalau intuisi Anda berkata gagal, sebaiknya dengarkan. Sekali lagi saya ingatkan, 96% adalah kemungkinan gagal yang tinggi. Tapi, percayalah, 4% kesuksesan lebih banyak dari yang Anda pikirkan dan akan menutupi semua kegagalan Anda sebelumnya.
  • Lihat kepemimpinan dan manajemen franchisor – ketika bertemu dan bernegosiasi dengan pemilik franchise, dengan gamblang Anda bisa melihat kualitas, pembawaan, dan kepemimpinan pemilik franchise. Luangkan waktu ini dengan benar dan tepat. Kenali cara kerjanya, ketahui sistemnya, pahami kerja samanya. Dengan melakukan ini, Anda sudah menyangkup banyak hal dan bisa melihat apakah franchise yang akan Anda beli layak atau tidak.

Tujuh hal di atas adalah yang harus Anda perhatikan sebelum membeli bisnis waralaba. Jangan salah, bila dilihat dengan baik, tujuh hal di atas sangat penting untuk kelangsungan dan masa depan bisnis franchise yang akan Anda beli.

penyebab kegagalan franchise
www.storania.com

Faktor dan sinyal bisnis waralaba gagal

Seperti yang sudah saya bilang sebelumnya, kita semua tidak bisa meramal masa depan. Namun, kita semua bisa menghitungnya dengan formula dan pertimbangan yang ada sekarang. Setuju?

Sebagai pembeli franchise, apa saja faktor dan sinyal bisnis yang Anda jalankan bisa menuju lembah curam kegagalan? Banyak sekali sinyal, faktor, dan tanda yang bisa Anda lihat. Dengan segala pertimbangannya, Anda bisa mencatat beberapa poin di bawah dengan seksama dan menghindarinya semaksimal mungkin. Bisnis Anda bisa gagal kapan saja; pun, bisnis waralaba Anda bisa sukses luar biasa.

Faktor dan sinyal gagal untuk franchisor (pemilik franchise)

  1. Sistem yang tidak matang – ketika berbicara tentang sistem, kebanyakan franchisor akan salah paham… bila melihatnya dengan baik, sebagai seorang penjual franchise, Anda bukanlah sekadar menjual sebuah merek dagang dan bisnis tertentu. Sebenarnya, Anda menjual sistem. Sistem yang terkordinasi dengan baik. Diurus dan memiliki manajemen yang sudah sangat profesional. Memiliki sistem dengan struktur yang sudah teruji dan matang untuk skala nasional. Sistem yang tidak matang hanya mendatangkan kegagalan dan kesalahan manajemen di kanan dan kiri. Sebelum Anda memasarkan franchise, pastikan Anda memiliki sistem yang matang, teruju, dan terkordinasi dengan baik dengan semua pihak (manajemen internal, franchisee [pembeli franchise], dan manajemen external).
  2. Manajemen keuangan yang cacat – kenapa saya menggunakan kata “cacat”? Sampai saat ini, terhitung masih banyak sekali franchisor yang mengandalkan dana dari kantung pribadi dan franchisee. Pendanaan yang tidak profesional dan tertata dengan baik hanya menimbulkan kesan tergesa-gesa. Ketika tergesa-gesa, tebak apa yang terjadi? Setiap keputusan yang diambil, biasanya gegabah dan hanya menimbulkan masalah baru.
  3. Fokus pada angka pembelian franchise, bukan kualitas – kita sudah sering kali mendengar, utamakan kualitas, bukan kuantitas. Tapi, kalau datang pada masalah penjualan, tentunya banyak sekali pengusaha yang mengedepankan kuantitas dibanding kuantitas. Memang tidak salah, namun, pada jangka panjang, kuantitas hanya menambah beban untuk franchisor.
  4. Fee terlalu tinggi tanpa mempertimbangkan kesulitan franchisee – uang akan selalu menjadi permasalahan franchise. Ketika mematok fee yang terlalu tinggi padahal usaha sedang tidak berjalan dengan baik, franchisee (pembeli franchise) akan merasa tertekan dan mendapat desakan mental. Hasilnya? Tentu saja bisnis tidak optimal dan kemungkinan terjadi penundaan pembayaran dan penutupan toko akan sangat besar terjadi. Apalagi, masalah ini timbul kalau Anda mempunyai manajemen keuangan yang “cacat”, pastinya beban akan semakin bertambah.
  5. Partner bisnis tidak kompeten (mengandalkan manajemen internal) – banyak pebisnis atau franchisor yang salah dalam memilih rekan. Padahal, permasalahan franchise ini sering kali terjadi dan tidak mendapatkan pelajaran atau tidak dijadikan pengalaman. Bisnis franchise adalah bisnis serius. Tidak ada salahnya Anda menggunakan jasa eksternal seperti konsultan untuk kemajuan bisnis Anda; jangan pilih partner bisnis dengan orang yang Anda kenal dan tidak kompeten di bidang yang Anda geluti.
  6. Training franchisee yang terkesan asal dan sembarang – training untuk calon pemilik franchise yang Anda jual adalah penting. Di sini Anda perlu menyamakan visi, misi, dan pandangan ke depan. Bukan hanya sekadar pengarahan dan pelatihan ketika bisnis suda berjalan.

Untuk franchisor (pemilik franchise), enam faktor dan sinyal gagal di atas bukan bermaksud untuk “menekan”. Faktor dan sinyal di atas adalah referensi untuk memperbaiki kualitas diri dan perusahaan franchise yang Anda bangun.

Faktor dan Sinyal Gagal untuk Pembeli Franchise
pixabay.com

Faktor dan sinyal gagal untuk franchisee (pembeli franchise)

  1. Kurang memperhatikan operasional karyawan – tidak merawat dan acuh terhadap operasional franchise yang sudah Anda beli adalah awal kegagalan. Perlu Anda ingat, manusia pada dasarnya tidak ingin bertanggung jawab dan sulit diandalkan. Dengan menyerahkan keseluruhan tanggung jawab dan operasional pada karyawan, Anda punya potensi untuk gagal LEBIH BESAR. Fakta ini memang sedikit mengejutkan untuk Anda baca; namun, tanpa melukai perasaan dan menambah kekhawatiran, ini adalah fakta yang memang harus Anda terima. Setidaknya, turun tangan langsung pada beberapa kondisi dan waktu sangat dianjurkan. Luangkan waktu Anda.
  2. Manajemen karyawan dan waktu yang salah – ketika Anda membeli franchise, secara tidak langsung Anda membeli sistem yang ditawarkan oleh franchisor. Apakah berarti Anda sudah punya sistem matang yang sudah siap dipraktekan? Yap. Apakah Anda sudah bisa tenang dan percaya dengan sistem tersebut? Sebaiknya tidak. Dengan adanya sistem franchise, bukan berarti Anda tidak bisa membuat sistem sendiri. Asal tidak di luar jalur, Anda bisa menerapkan sistem dengan tujuan manajemen karyawan dan waktu yang baik. Pun, sistem ini juga berlaku pada Anda.
  3. Persepsi yang salah – bisnis franchise tidak menjamin kesuksesan. Bisnis waralaba tidak memberikan Anda uang instan. Persepsi ini salah. Sayangnya, banyak pengusaha yang punya persepsi seperti ini dan berujung pada kekecewaan.
  4. Hanya ikut-ikutan teman dan tren – tahu apa itu adrenalin? Ketika Anda ikut-ikutan, adrenalin dan antusiasme Anda hanya tinggi ketika mengawali dan membeli bisnis waralaba. Ketika sudah berjalan, Anda akan kehilangan semangat, antusiasme, dan mulai bertanya-tanya apakah keputusan Anda sudah benar. Belum lagi, kalau ada masalah, Anda tidak akan mencari solusi dan berujung pada bendera putih (menyerah dengan kondisi).
  5. Tidak melihat potensi daerah dan pasar – lagi-lagi, ini permasalahan franchise yang berhubungan dengan riset. Ketika Anda salah memilih tempat atau lokasi franchise yang Anda beli tanpa melihat pasar dan persaingan, secara tidak langsung Anda sudah berada di jalur kegagalan.
  6. Mahalnya biaya tak terduga dan operasional – ketika berbisnis franchise, Anda perlu pasokan bahan baku yang tidak bisa dibuat dengan sembarang. Anda perlu supplier yang biasanya sudah ditentukan oleh franchisor. Ketika ini terjadi, Anda harus waspada terhadap peningkatan harga sepihak dan biaya tak terduga lainnya. Salah satu kegagalan adalah tidak siap dan matangnya finansial.
  7. Perang harga – ketika ini terjadi dan sudah Anda rasakan, percayalah, usaha atau bisnis yang Anda jalani sudah tidak sehat. Saran saya, segera angkat kaki. Tidak ada poin menjadi “yang paling murah”. Kalau tidak mendatangkan keuntungan untuk Anda pribadi dan semakin mencekik dari hari ke hari, Anda sudah tahu persis yang harus dilakukan, kan?

Penyebab kegagalan franchise di atas terkesan sangat banyak dan mengerikan? Tidak juga. Lihat dengan baik… setidaknya, Anda mendapat pandangan dan persiapan baru kalau Anda belum membeli franchise atau sedang dalam tahap pencarian franchise untuk dibeli dengan harga murah.

Kesimpulan

Pada dasarnya, bisnis waralaba atau franchise sama dengan bisnis konvensional. Perbedaan, masalah, dan kondisinya akan sama dengan jenis bisnis lainnya. Dengan tantangan yang kurang lebih sama dan porsinya yang sangat mirip, penanganan khusus tidak begitu diperlukan.

Bisnis waralaba adalah tentang melihat potensi, persaingan, pasar, dan kesuksesan yang berkepanjangan. Bukan hanya sekadar untung esok hari dan rugi minggu depan.

Semoga pembahasan ini membantu Anda. Semoga artikel ini mencerahkan Anda. Semoga semua informasi di sini bermanfaat untuk Anda baca dan bagikan ke teman atau kerabat sekitar yang ingin memulai usaha franchise. Pertimbangkan matang. Hitung dengan formula yang lantang. Semoga Anda tertantang.